Seperti biasa, 3 hari setelah lebaran, arus balik sudah mulai meramaikan jalur selatan termasuk lewat Gombong. Ini dialami ketika hari Jum,at (H+3) penulis ke Kebumen, begitu masuk jalan raya ke arah timur, sudah terlihat kemacetan dan antrian mobil dari timur yang cukup panjang, dari pasar Gombong sampai Kemit benar-benar padat, wah berapa kilo nih kemacetan. Demikian pula ketika masuk Karanganyar, terjadi antrian panjang hingga Sruweng.. wuih gimana nih nanti setelah balik dari Kebumen??? Harus cari jalur alternatif untuk balik ke Gombong.
Hari itu memang mau jemput Adik yang mudik dari Bandung naik Kereta Lodaya Pagi, berangkat jam 07.30 WIB dari Bandung, kereta ini memang tidak berhenti di Gombong tapi ketika tanya sama Kru KA bilangnya di Gombong berhenti sebentar, sekitar Jam 14.00 KA mau masuk Gombong, penumkpang yang mau turun Gombong siap-siap, tapi.. wessss ternyata bablas ketika lewat stasiun Gombong. Jadi penumpangpun harus dapat diskon sampai Kebumen!!! Kru KA sebenarnya gak salah juga, karena beberapa hari sebelumnya KA Lodaya ini berbaik hati berhenti sebentar di Gombong, nggak tau kenapa hari Jumat itu gak berhenti, mungkin karena sudah agak telat.. ya hampir telat 1 jam ketika masuk Gombong, biasanya jam 13.00 sudah masuk Gb.
Jam 15.00-an sampai stasiun Kebumen, (dari tugu lawet ke selatan). Ketika datang, baru parkir Adik sudah nyamperin, mungkin karena sudah cukup lama nunggu. Ketika pulang, langsung diskusi lewat mana utk balik ke Gombong, karena memang begitu keluar Kebumen, lewat simpang lima sudah mulai macet, sebelah kiri jalan sudah ada 2 shaf/jalur, wah kalau macet gini jam berapa nyampe gombong. Akhirnya diputusin, begitu masuk pertigaan ke Petanahan akan masuk jl petanahan untuk cari jalur alternatif.
Begitu pertigaan Petanahan, langsung belok kiri, wah jalan petanahan mulus sekali… baru saja diaspal lagi. Sambil menikmati aspal baru, sudah mulai lihat lihat jalan alternatif ke Barat, ketika 3 Km masuk terlihat jalan ke kanan, tapi karena jalannya gak begitu bagus, gak yakin, jadi terus jalan aja… 1 Km lewat kok gak ada .. akhirnya balik karena yakin pasti jalan yg tadi, betul juga ketika masuk diujung jl ada tulisan “hati-hati banyak perbaikan jembatan, maks 4 Ton” pasti ini jalan alternatif yg sedang disiapkan, langsung saja nelusuri jalan yg lebarnya 4 meteran ini dan aspalnya sudah pada ngelupas.
Masuk Adimulyo, mulai lewat jembatan yg diperbaiki, wah jembatan sementara utk mobil terbuat dari kayu dan glugu, mobil harus ekstra hati-hati. Kaya Off-Road aja…., beberapa kilometer kemudian lewat lagi jembatan yg juga sedang diperbaiki. Setelah itu masuk Jabres, ada perempatan cukup besar, wah ini harus kiri-kanan atau lurus saja, tapi kalau lurus jalan lebih jelek karena cuma berbatu dan sempit. Di pojokan ada pedagang Gembus, wah menarik juga, berhenti dulu ah beli sambil tanya-tanya. Gembus goreng seiketnya seribu, beli 4 iket, setelah itu tanya2 jalur ke gombong, katanya kalau ke kanan/utara keluar di Karanganyar, tapi pasti macet lagi. Kalau mau terus saja katanya, nanti tembusnya ke kuwarasan/Ori.
Akhirnya lurus saja, menikmati jalan yg sempit dan sudah gak beraspal lagi, herannya makin lama makin sempit, nanya lagi ke orang, katanya betul, terus saja, nanti ada sungai besar ke kanan, sampai Sidomukti. Betul juga, sampai ke kali cukup besar, menelusuri tanggulnya, ketika belok kanan menelusuri kali tersebut (ternyata ini kali Kemit), ada perempatan kecil, tertulis kalau terus Sidomukti kalau kiri/lewat jembatan, arah panan menunjukkan Kuwarasan. Nah ini yang dicari lewat Kuwarasan saja, tapi wah harus lewat jembatan yang cuma cukup untuk 1 mobil, tapi jembatannya sudah bagus. Diujung jembatan sudah mulai nemui jalan yang bagus, ini pasti jalan desa, diperempatan tanya lagi, katanya terus saja, karena ini sudah di Ori, wah artinya jalan yg ditempuh sudah sesuai skenario.
Begitu yg ditanya bilang Ori, jadi inget saudara yg di Ori, betul juga baru jalan 50 meter, di depan sebuah rumah, saudara sedang santai2, wah gak nyangka, sekalian aja mampir silaturahmi, kaena sudah hampir jam 5 (jadi sudah 1,5 jam jalan nelusuri jalur alternatif) sekalian numpang Sholat ashar. Selesai sholat langsung pamit, neruskan jalan, disini dipilih jalan yg ke utara, nembusnya Kemukus (jalan lingkar selatan Gombong). Alhamdulillah akhirnya sampai Gombong tanpa terkena macet….
